terbit.id, Sukabumi - Seorang pria berinisial AY (49), warga Kampung Babakan Peundeuy RT 01/05, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di jalur rel wilayah Kampung Cijambe RT 12 RW 04, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Minggu (14/6/2026) sore.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan menggegerkan warga sekitar. Korban yang diketahui sehari-hari berjualan daun singkong diduga sedang berjalan kaki di jalur rel saat kereta api melintas dari arah Sukabumi menuju Bogor.
Warga setempat, Suprianto (52), mengaku mengetahui kejadian itu setelah mendengar informasi dari warga lain saat berada di kawasan perumahan tak jauh dari lokasi.
"Saya dengar ada kejadian, langsung ke lokasi," ujar Suprianto.
Saat tiba di lokasi, korban sudah tergeletak di pinggir rel dengan kondisi mengenaskan dan dikerumuni warga. Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban saat itu sedang membawa sayuran.
"Korban bawa sayuran. Pas saya datang sudah ramai orang," katanya.
Suprianto menjelaskan, korban bukan warga Kampung Cijambe, melainkan warga Desa Bojongkokosan yang sehari-hari dikenal sebagai pedagang sayuran.
Tak lama setelah kejadian, warga bersama petugas kepolisian melakukan penanganan dan mengevakuasi korban ke rumah sakit.
"Korban dibawa sekitar jam lima sore. Warga dan polisi langsung menangani," ujarnya.
Menurut Suprianto, kejadian tersebut merupakan insiden pertama yang menimbulkan korban jiwa di lokasi itu. Ia berharap masyarakat lebih berhati-hati saat melintas di sekitar jalur kereta api.
"Semoga lebih hati-hati. Kalau ada kereta juga warga bisa lebih waspada," ucapnya.
Sementara itu, Ketua RT 12 Kampung Cijambe, Momon, mengaku mengetahui peristiwa tersebut saat pulang menghadiri sebuah undangan sekitar pukul 16.30 WIB.
"Saya tahunya pas pulang dari undangan. Sekitar jam setengah lima, lokasi sudah ramai," kata Momon.
Menurut Momon, informasi awal diterima dari warga sekitar. Saat dirinya tiba di lokasi, korban sudah dievakuasi oleh petugas dari Polsek Parungkuda.
"Pas saya ke sana sudah dibawa polisi. Warga yang lebih dulu merespons itu warga Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI) 2. Kalau warga Cijambe kebanyakan hanya melihat karena korban sudah ditangani," jelasnya.
Ia menuturkan proses evakuasi berlangsung cepat. Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban langsung dimasukkan ke keranda dan dibawa petugas untuk penanganan lebih lanjut.
Terkait kronologi kejadian, Momon mengaku tidak melihat langsung. Namun berdasarkan keterangan warga, korban diduga berjalan di atas rel dengan posisi membelakangi arah datangnya kereta api.
"Katanya korban sering jualan daun singkong. Informasinya orang Pasirbaliung, Desa Bojongkokosan. Dengar-dengar juga korban agak kurang pendengarannya, jadi kemungkinan saat kereta membunyikan klakson tidak terdengar," ungkapnya.
Momon menambahkan, jalur rel tersebut memang kerap digunakan warga sebagai akses pejalan kaki, terutama pada pagi hari. Namun aktivitas masyarakat di sekitar rel pada sore hari biasanya tidak terlalu ramai.
Ia juga menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir baru kali ini terjadi kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi tersebut.
"Kalau dulu pernah ada kejadian, tapi tidak sampai meninggal dunia," katanya.
Menurutnya, hingga saat ini lokasi kejadian belum dilengkapi pagar pengaman maupun pos penjagaan. Karena itu, warga bersama pemerintah desa telah mengusulkan adanya petugas yang berjaga di titik rawan tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
"Harapannya ada yang menjaga di jalur seperti ini. Itu juga sudah menjadi usulan warga dan kepala desa," pungkasnya. (R.Cking).

