terbit.id, Sukabumi - Upaya meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat terus dilakukan melalui berbagai inovasi pelayanan kesehatan. Salah satu terobosan yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh warga adalah program Kader Gigi Gesit (Gerakan Edukasi dan Skrining Terpadu) yang digagas oleh Puskesmas Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jumat(12/6/2026).
Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran masyarakat, khususnya kader kesehatan, sebagai ujung tombak edukasi dan deteksi dini masalah kesehatan gigi dan mulut di lingkungan masing-masing.
Inovasi tersebut diinisiasi oleh drg. Corie Denamawarti, Dokter Gigi Ahli Pertama Puskesmas Ciambar, sebagai bentuk penguatan upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan. Melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, para kader diberikan pelatihan dan pembekalan agar mampu menyampaikan edukasi kesehatan gigi sekaligus melakukan skrining awal terhadap kondisi kesehatan gigi warga.
Pelaksanaan program dilakukan langsung di tengah masyarakat dengan mengombinasikan kegiatan edukasi dan pemeriksaan sederhana. Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu dan anak, yang mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, teknik menyikat gigi yang benar, serta langkah-langkah pencegahan penyakit gigi sejak dini.
Selain memberikan edukasi, kader yang telah mendapatkan pelatihan juga dibekali kemampuan untuk melakukan skrining awal terhadap kondisi kesehatan gigi masyarakat. Melalui skrining terpadu tersebut, berbagai permasalahan kesehatan gigi dapat terdeteksi lebih cepat sehingga warga dapat segera memperoleh penanganan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurut drg. Corie Denamawarti, program Kader Gigi Gesit hadir sebagai upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat melalui pemberdayaan kader yang ada di setiap wilayah.
"Melalui Kader Gigi Gesit, kami mengoptimalkan peran kader sebagai ujung tombak dalam menyampaikan edukasi sekaligus melakukan deteksi dini secara langsung di masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini," ujar drg. Corie.
Ia menjelaskan, keterlibatan aktif kader kesehatan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi. Menurutnya, kader memiliki kedekatan dengan warga sehingga pesan-pesan kesehatan dapat tersampaikan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini pun terbilang tinggi. Hal tersebut terlihat dari partisipasi aktif warga selama kegiatan berlangsung. Tidak hanya mengikuti edukasi, warga juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai keluhan kesehatan gigi dan mulut yang mereka alami.
Secara tidak langsung, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan adanya peningkatan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan gigi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Program Kader Gigi Gesit juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Melalui pendekatan edukasi dan skrining terpadu, diharapkan angka permasalahan kesehatan gigi dan mulut di wilayah kerja Puskesmas Ciambar dapat ditekan secara signifikan.
Ke depan, inovasi yang dikembangkan Puskesmas Ciambar tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi contoh praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Dengan kolaborasi yang kuat antara tenaga kesehatan dan masyarakat, Kader Gigi Gesit diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam mewujudkan masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. (R.Cking).

